
Ceritanya tentang petualangan ke Bali dalam rangka kampanye vaksinasi rabies. Hoho.. kalau ditanya, serem mana ngejar singa apa ngejar anjing. Jawabku: "Lebih serem dikejar daripada ngejar!" Eh amit-amit jangan sampai ya... Jadi apa yang membuat aku mengejar anjing ? Apakah aku lebih menyeramkan dari anjing?
Karena tugasnya mendadak di sekitar Denpasar, aku nggak siap hotel jauh-jauh hari. Sedangkan rumah nenekku di Singaraja, jauh banget kalau mau ke Denpasar. Telpun sana sini nggak ada hotel yang kosong. Malah kupikir, ya wes kalau nggak ada nggak apa-apa deh tinggal di hotel bintang 5 semalam dan besoknya cari yang rate-nya nggak mahal. Sebenernya untuk area Sanur, aku ada satu hotel langganan di Sanur Indah. Pokoke hotel ini recommended! Tapi sayang aku baru bisa check-in besoknya karena fully-booked. Oke, untuk malam itu aku terpaksa menginap di satu hotel yang kebetulan rate-nya masih relatif murah untuk area Sanur. Tapi fasilitasnya menurutku kurang bagus untuk harga 220 ribu semalam. Baru datang malamnya sekitar jam 10, si hotel udah mau tutup (emang nggak 24 jam ya?). Untung masih keburu, check-in dan melihat sekeliling di barnya ada beberapa bule lagi ketak ketik di laptopnya.
Masuk ke halamannya yang kek bungalow mini, kebun-kebunnya lumayan bagus tapi spooky (soalnya udah malam). Pas liat terasnya oke juga. Eee, begitu masuk, kamarnya mirip apayah.. nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata dah. Mana air panasnya nggak jalan. Berhubung udah malam, aku udah malas komplain. Bergegas mandi dan waktu itu lagi sakit dan harus minum obat. Ternyata si hotel nggak menyediakan air mineral sehingga terpaksa aku keluar cari air mineral. Tokonya lumayan jauh. Begitu balik kaget si hotel udah menutup pagarnya dan dikunci gembok. Panik. Kugedor-gedor pagernya sambil teriak-teriak minta dibukain. Asem, nggak ada satpamnya pula! Setelah sekitar 5 menitan nggak dibukain, akhirnya aku NAIK PAGAR sodara-sodara.. dan saat itu pake rok pulak. Was-was takut banget ditangkep pecalang yang tadi sempat liat berjaga di depan jalan. Hik hik.. kapok nggak bakalan lagi aku nginjek hotel itu. Mau ngomel nggak tega soalnya mbak resepsionisnya ramah banget. Buat yang mau nginep dengan low budget silakan ke hotel ini. Lagipula kalau mau ke pantai Sanur dari hotel ini dekat sekali, kira-kira 50 meter.
kamarnya sih gede dan ber-AC tapi liat kasurnya bulukan dan handuknya kek lap yang biasa nangkring di leher tukang odong-odong
Di Sanur Indah, kamar mandinya cantik dan yang paling kusuka airnya lancar. Modelnya dengan atap semi-terbuka (sayang lupa aku foto, browsing aja gallery-nya di sini). Kalau mandi pagi sesekali aku juga iseng nyirami kembang anggreknya. Hohoho.. dan kalau mandi malam suka ngece ke langit, "Hai Alien, jangan ngintip yah!" Aheuheuuuu porno....
Dua minggu ke Bali sempat nyobain beberapa hotel gegaranya fully booked dan aku nggak pesan buat dua pekan sekaligus. Hotel pertama yang aku dikunci pagar, yang kedua di Sanur Indah, yang ketiga di Puri Ayu di Denpasar dan yang terakhir di Puri Dalem di Sanur. Puri Ayu kamarnya luasss banget, tapi sayang kolam renangnya kek kolam ikan, alias buatku kekecilan. Lokasi hotel ini sangat dekat dengan pusat perbelanjaan, dijamin anti bosan.
Puri Ayu: bath-room nya berdinding kaca
Kalau kekurangan Puri Dalem adalah di wc-nya nggak ada selang penyemprot. Di Puri Dalem sempat dapat kamar yang AC-nya berisik dan bikin nggak bisa tidur. Untung hotelnya baik, aku diganti kamar family room yang ada kamar tamunya, lho. Uhuuuy! Kedua hotel Puri ini rate-nya sekitar 500 ribuan permalam. Buat yang mau tau testimoni tentang masing-masing hotel silakan browsing di sini dan di situ.
Puri Dalem: view kamar tamu di family room
Puri Dalem: bed yang super cozy
Tugasku di sini macam-macam jadi nggak usah diomongin, ntar bosan. Yang jelas ketemu anjing-anjing yang lucu. Mari mengejar anjing-anjing...
Namanya cocok, "Bella" artinya cantik.. shake hand, Bella! Si doggy pun bersalaman..
puppy Kintamani ini ngikutin terus, kugendong deh.. unyuu yaaah :3
merebut si lucu ini dari gendongan driver-ku.. hayo mau lari ke mana guk guk?!
Aku bertemu satu dari beberapa anjing cantik saat sowan ke Bawa, sebuah organisasi penyelamat satwa di Bali. Dia adalah anjing jalanan yang dipungut saat kecil sudah buta dan diasuh oleh organisasi ini. Namanya Mia. Sekarang Mia sudah besar. Buat yang ingin mendonasikan sumbangannya atau beli souvenir cantik bisa ke sini.
Mia dijahilin teman kecilnya.. Hihi.. 

I love you, Mia!
Di Bali itu tiada tempat tanpa anjing. Bahkan saat bangun pagi harusnya mendengar ayam berkokok, yang ini mendengar anjing menyalak. Kalau mau tidur malam juga khas sekali suasananya.. Terdengar anjing sedang mengobrol. Hug hug! I love Bali dog!
Malamnya capek kerja menyempatkan ke lokasi-lokasi konkow. Meskipun udah larut masih ada cafe yang buka. Kali ini aku ke Jalan Kunthi buat ngincipin pizza nya. Hohoho.. ke Bali kok beli pizza! Rasanya sehh biasa aja, yang bikin dicari banyak orang mungkin ukuran pizza yang jumbo dengan harga yang nggak terlalu mahal dan suasana cafe yang enak.
yummm!
Usai makan pizza bingung juga mau ke mana. Soalnya toko-toko udah pada tutup. Saat itu udah jam 9 malam lewat. Akhirnya yah jalan-jalan aja sepanjang jalan. Eeh bener kaan nemu anjing lagi. Kejaaar!
anjing bengong ini, makin bengong lihat aku muter-muter di deketnya. huahuahuaaa


Akhirnyaa..aku bisa komen di sini juga setelah sekian lama dihadang Disqus!
ReplyDeleteYu, weekend lalu aku juga ke Bali dan nginep di Seminyak. Percaya apa enggak, aku dapet nginep di sana, hotelnya cantik dan tarifnya nggak sampek Rp 400k. Memang susah ya kalo dapet tugasnya mendadak, jadi nggak sempet booking-booking dulu. Lain kali coba buka Tripadvisor.com atau Agoda.com, di sana banyak rekomendasi hotel dengan kamar-kamar yang cukup terjangkau dan berbagai testimoni dari ex-penghuninya dari berbagai negara.
P.S. hotel yang fotonya pake handuk dipajang model kipas itu, memang majang handuknya enggak banget! :p
singa kok dikejar2 ama anjing?xixixi...
ReplyDeletehewan yg aneh *kabur*
@Vicky: Boleh tuh rekomen hotel apa yang di Seminyak? Ini berhubung kudu dekat dengan kantor jadi nyari tempat menginap di seputaran Denpasar aja. Aku tadinya mau ngekost aja soale kan long stay, tapi ya itu.. suka penuh.
ReplyDeleteIya, itu udah kutulis di posting buat testimoni nge-link ke tripadvisor, aku juga suka baca-baca dulu testimoni sebelum booking. Pernah dengan Agoda untuk stay di Kalimantan lumayan selisih 50ribuan mungkin krna ga hapal harga hotel di sana ya percaya aja selisih, tapi kalo yg di Bali kuitung2 sebenernya harganya sama aja
@pakDe Fahmi: *pentung* pilih mana.. dikejar singa ngamuk apa anjing rabies? hiyyy.. sama-sama mematikan, amit-amit >,<
ReplyDeletemam, foto nomer 2 itu kamu lagi ngapain toh?
ReplyDelete*komen nggak penting blas*
@efahmi: Haha! Gotcha! Ketahuan.. iyahh, itu lagi balet :p *sak pancen kelakuane ga penting yo' an* wkwkwkwk....
ReplyDelete