Thursday, May 26, 2011

Bogor dan Mimisan

Cerita dua minggu yang lalu kunjungan kerja ke Bogor.

Sebetulnya aku nggak suka sama Bogor, tempatnya aneh, angkotnya terlalu banyak dan ya.. katanya kulinernya enak-enak, menurutku sih biasa aja. Mungkin lidah udah terbiasa dengan jajanan yang berpetis dan makanan yang pedas dan gurih macam makanan khas Jawa Timur atau Bali. Traveler biasa mengulas kuliner atau tourist spotnya, berhubung nggak ada yang kusuka, ceritain petualangan tempat menginap aja.

Dulu waktu koas udah kenyang ber-kere ria. Kalau traveler jaman sekarang sibuk cari tempat menginap yang minim, buatku itu udah masa lalu banget. Dulu waktu koas pernah bobo di kandang ayam yang isinya 4200 ekor ayam, dan belum tentu traveler pernah ngalami ini. Pernah juga kemah-kemahan di gunung untuk kegiatan pramuka juga latihan teater. Sampai koas pun pernah lama tinggal di gunung yang tanpa listrik, nebeng rumah pak lurah dan mandi kudu jalan sekilo. So...... enough!

Aku mau explore tinggal di tempat-tempat yang ekslusif. Hohoho.. Dibilang ndeso, yo ben...

Di Bogor setahuku hotelnya nggak ada yang keren. Terakhir baru nemu hotel yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Tapi satu yang kurang, karena saking luasnya ini hotel, kalau stay di room yang paling jauh kudu jalan jauuuh. Kali ini aku nginep di kondotel di Aston. Cihuy! Berikut foto-fotonya..

nice bathroom, pantries and dining room.. betaaaah!

dua tv, satu di living room dan satu di bed room

Di sini ada fasilitas kolam renang yang cantik dan gym. Saat itu sedang flu berat, jadi mikir-mikir buat renang. Harusnya sih memang kudu istirahat. Tapi karena kolam renangnya cantik banget, nggak mikir dua kali buat nyebur. Ngerasa nggak enak juga nularin pengguna kolam renang yang lain. Skrinsyuuut:

kolam yang di atas untuk dewasa

Usai membogor, makin kerasa deh sakitnya saat balik ke Jakarta. Mungkin karena selain masih nggak fit juga kecapekan berenang sampai malam. Ingus di hidung sampai bisa ditiup-tiup. Beberapa hari pilek berkurang ganti badan panas berhari-hari. Saking rapuhnya, sampai mimisan. Badan rasanya kesemutan seluruh tubuh, mungkin karena efek darah yang keluar cukup banyak. Mimisan berlangsung sampai 3 hari.


megap-megap...

Sebeeel, cape banget bersihin darah di hidung. Sama dokterku nggak dikasih obat mimisan tapi obat sakit kepala dan penurun demam yang diminum 3 kali sehari! Padahal biasanya dokter kasih resep untuk obat nyeri dan demam hanya kalau gejalanya muncul. Yang rutin sampai berkali-kali sehari cuman antibiotik. Tapi orang terlalu nyinyir dengan antibiotik. Apalagi kalau sakitnya sakit flu. Orang ngira sakit flu yang notabene disebabkan oleh virus nggak bisa dimusnahkan oleh antibiotik. Menurutku nggak benar, karena yang bikin parah biasanya bukan virusnya tapi justru bakterinya. Orang mengira antibiotik untuk membunuh virusnya padahal sebenarnya membasmi bakterinya. Mengenai resistensi, ya asal nggak keseringan aja dan disesuaikan dosis.

nggak ada daun sirih, tisu pun jadi :)

2 comments:

  1. mis mis antara kumis dan mimisan

    ReplyDelete
  2. @blognyarobert: haaahaa... namanya juga kucing, kucing kan berkumis *ngeles* meooow

    ReplyDelete

Hello, thanks for dropping your comment!