Lebaran akan tiba, saat yang ditunggu-tunggu. Selain karena lebaran adalah hari kebesaran umat Islam, juga pada hari itu sudah boleh makan siang *dipentung*. Hohoho...
Seperti biasa, lebaran identik dengan mudik. Kali ini aku mengawali rute mudik sebagai berikut:
Jakarta-Bali-Jakarta-Surabaya-Jombang-Surabaya-Jakarta
Kunjungan ke Bali baru kemarin dilaksanakan. Sebenarnya kalau punya waktu banyak aku pengen sowan ke keluarga di Singaraja. Sebenarnya keluarga di Denpasar banyak juga. Kebetulan budeku empunya perusahaan raksasa bus, hotel, bank tinggal di Denpasar dan menyerap banyak keluarga ke Denpasar juga untuk membantu bisnis. Sayang, usaha perbankan terbesar di Bali yang sebenarnya kuat dan nggak mempan dilikuidasi itu akhirnya gulung tikar. Runtuhnya bukan karena likuidasi tapi justru karena kasus di internal keluarga, sepupuku merit sama anak rival bank lain yang kemudian menghancurkan bisnis keluarga kami. Kalau tiap menginap ke hotel-hotel di Bali, rata-rata punya bude. Tapi aku suka nggak tau kalau hotel-hotel itu punya keluarga, pak sopirku yang suka ngasih taunya telat. 

Oh well, Denpasar sudah lebih banyak turis asing ketimbang Singaraja. Tapi nggak menyurutkan aku untuk berbetah-ria di sini. Pagi-pagi sowan ke pasar dan malamnya cari angin di Sanur. So far, I love Bali!
pecicilan di sebuah pasar di Denpasar
pose kala malam Jumat di Sanur
Seperti biasa, setiap mengunjungi tanah dewata ini aku selalu ketemu orang yang suka menasihati. Entah orang-orang ini datang dari mana. Kalau kunjungan terakhir lalu aku dikasih petuah-petuah oleh penjaga pura, kali ini bapak-bapak sederhana yang tanpa tedeng aling-aling ngajak ngobrol.
Mr Bali: "Adek ada darah Bali kan ya, dikasih nama Bali juga?"
Aku:
Mr. Bali: "Sering-seringlah datang kemari. Setidaknya menghormati leluhur adek di sini."
Aku: 

Mr. Bali: "Kalau berkarir jangan lupakan asal-usulmu, jangan abaikan leluhur. Ke mana pun Adek pergi, ingatlah untuk selalu berbakti kepada tanah air Adek... blablabla" *maaf percakapan yang terekam separuh-separuh, hihihi...anyway kok tau sih, aku jarang pulkam*
Aku: "Ya, Pak doakan saya bisa sering ke Bali, ya!" 

OKAY, next destination: Java! 



Walahhh... enak men bisa mudik berkali-kali...
ReplyDeleteCerita bank yang kena liquidasi mirip di sinetron ya? hehee
Si mami fotonya kurang ekspresif nih. Lain kali kalo foto dibikin seolah-olah ada yang neriakin gini dong : "Mana Expresiinyaaaaa??!!"
hahahaa :)
@rolas: lho fotoku kurang medheni tah?? (LMAO)
ReplyDeleteYa begitulah :-P
ReplyDelete@rolas: okee ditampung sarannya (haha) pdhl nek meneng iku wong wes wedhi lho..
ReplyDeletehappy mudik...moga perjalanannya aman dan lancar yaa
ReplyDelete<span><span>mam yg lagi foto di</span><span> "pecicilan di sebuah pasar di Denpasar" </span><span>itu mami yang mana ??? </span><span>yg diatas atau dibawah ??</span><span> </span></span> :-P
ReplyDelete@Ladyonthemirror: makaasii, ga mudik juga?
ReplyDelete@Baguskie: woghh kamu ntar malem diimpiin sama yg di atas looh *angkat angkat alis*
ReplyDeleteselamat mudik Yu
ReplyDeleteWuih, mudiknya muter-muter Mam.. ckckck. Nggak capek tuh?.. baidewai manaa oleh-olehnyaak??... *nodong pake sendok*
ReplyDelete@Cipu: makasih.. gimana, kamu lebaran di osi ya
ReplyDelete@Gaphe: neeeeeehhh oleh2nya *lempar ondel ondel* (LOL)
ReplyDeletebaru inget....punya rencana liburan ke Bali tapi belom bikin itinerarynya sama sekali.
ReplyDelete@Guest: belom pernah bikin itinerary.. saya sih pergi ya pergi aja.. hehe
ReplyDelete