Wednesday, August 18, 2010

Panggil saya Nona

Aku sering bertanya-tanya, kenapa ya kucing-kucing kalau dipanggil "Pus" akan tahu kalau dia yang dipanggil?

Hehehe... Wew!

Beberapa lokasi dan situasi membuat panggilan yang ditujukan ke aku beraneka-macam:

Mall Surabaya: "Ce, beli emasnya, Ce..." (Well, I'm definitely not Chinese.. zzzzzz)

Pasar Grosir Cililitan, Jakarta: "Kak, CD bunga-bunga sepuluh ribu dapat tiga..."

Terminal Ledeng, Lembang-Bandung: "Teh, duduk depan aja.. Bangku belakang sempit ntar..."

Kota Ambon: "Usi, kaosnya murah, yang size XXL ada..." (wahahha.. no comment. Kok aku jadi bayangin Usi Sulistyowati yah? Apa aku mirip dia???) *Usi itu sebutan untuk perempuan non-muslim*

Di luar negri: "Madam, due to security reason, mind if you seat near to the exit window?" (maksudnya gua disuruh ngangkat jendela ya. hiyahahah.. ! Madam yang perkasa)

Di Jawa sudah lazim sebutan perempuan dengan embel-embel "Mbak" dan laki-laki "Mas". Aku pernah ngempet ngakak waktu temen aku ngerjain temen bule Pakistan. Temenku bilang ke si bule Pakistan itu kalau nama lengkapku ada "mbak"-nya. Jadi seperti ini:

"Hello, Mbak Ayu..."

DAN MENURUTKU BULE MANGGIL PAKE "MBAK" ITU ANEH...

Sebenarnya aku nggak keberatan dengan semua panggilan itu. Malahan seru dengan di mana kita berada panggilan/salutation juga berubah. Ini semacam keuntungan juga, seandainya kamu tersesat lalu pingsan dan saat sadar seorang jejaka tampan mengatakan: "Teteh, diminum teh-nya.." NAH, sudah bisa dipastikan anda berada di Jawa Barat (kalau nggak si orang Sunda yang nyasar di tempat itu, beda kasus).

Cuman, aku kadang risih kalau orang memanggil aku tanpa sebutan atau embel-embel. Orang-orang itu -nggak semua sih- ya, yang menurutku nggak pantes aja kalau manggil aku langsung nama. Kalau di Jawa kesannya nggak sopan. Seperti misalnya ibu kos di Jakarta, baru kenalan langsung manggil nama. Ibu-ibu tetangga di Surabaya aja kalau manggil aku pake embel-embel "Mbak" atau "Dek", maklum budaya Jawa. Apalagi temen yang jelas-jelas umurnya jauh di bawahku; kalau manggil aku nggak pakai "Mbak" gitu rasanya pengen tak tendang. Tapi, yah... aku nggak pernah protes. Takutnya salah sangka, ntar aku dianggap gila hormat lagi. Susah juga, kan?

Aku pernah curhat ke temen yang orang Jakarta soal ini. Kata doi, panggilan nama langsung itu maksudnya akrab. Weh, tapi aku tetap merasa aneh, ya....

Tapi baru-baru ini aku mendapat panggilan baru dari SPG-SPG di mall: "Bunda".

coba perhatikan dengan seksama, tampang gadis 17 tahun ini apakah mirip ibu-ibu?

note: postingan ini tidak bermaksud sara, hanya menunjukkan keragaman adat dan kebiasaan

20 comments:

  1. abank ajo10:44 AM

    hmm, ya enaknya emang dipanggil mami aja :-D

    ReplyDelete
  2. @abank ajo: haaahaa... iyaah dan entah kenapa aku juga suka dengan panggilan mami,, singkatan dari mamisinga

    ReplyDelete
  3. Anonymous11:16 AM

    nona signorita :D

    ReplyDelete
  4. @Guest: gubraks!

    ReplyDelete
  5. neng ucrit11:52 AM

    buk, beli bajunya buk! 

    ReplyDelete
  6. fahmi!11:52 AM

    paling LOL sama komen tukang angkot di ledeng itu... "Teh, duduk depan aja.. Bangku belakang sempit ntar..." :-D

    ReplyDelete
  7. Djamila Said12:23 PM

    Mba Ayuuuuuuuu........
    hihihiiiiii.....

    ReplyDelete
  8. Owner1:59 PM

    @neng ucrit: waaahah iyah, Nak!

    ReplyDelete
  9. Owner2:01 PM

    @fahmi!: bakarrr tukang angkotnya! wkwkw..

    ReplyDelete
  10. Owner2:02 PM

    @Djamila Said: Mba Miiilllaaaaa... *pingsan*

    ReplyDelete
  11. ipied4:37 PM

    bunda? wakakaka astagah... berasa emak2 dah =-X

    aku lebih suka manggil kamu mami, dari mamisinga hehehe

    ReplyDelete
  12. Ladyonthemirror5:09 PM

    kalo di Martapura mau beli berlian dipanggil, Ding...Ading bungas (adik cantik)...he...he...

    ReplyDelete
  13. AkaneD'SiLa5:44 PM

    ah kalo aku sih di dumay manggil yang cewek 'teh' terus kalo yang cowok 'kak'
    hehe


    hmm bentar..
    17thn??
    beneran??
    lha kalo gitu kita seumuran dunx..
    hehe

    ReplyDelete
  14. Merry go Round10:45 PM

    Nooonnn...
    waduh, kaya pembantu manggil majikannya :-P

    ReplyDelete
  15. draguscn2:36 AM

    Iya kayaknya enakan dipanggil mami aja ..  :-D

    ReplyDelete
  16. Owner7:49 AM

    @ipied: wahaha.. itu SPG2 kukira emang diajarin manggil Bunda, tapi ga juga.. coz mereka manggil yg lain "Kak" manggil aku "Bunda".

    Iyaah aku syuuka dipanggil "mamicingaaa"  :-[

    ReplyDelete
  17. Owner7:50 AM

    @Ladyonthemirror: waahhh kok saya ke Martapura ngga dipanggil gitu yaaah.. pengen dipanggil gitu juga  :-D  "Ading Bungas" cikiciiiiiewww..!

    ReplyDelete
  18. Owner7:51 AM

    @Akane: *tossss* kita seumuran.. hehe...

    wah Dumai, Sumatra?? manggil teteh juga?

    ReplyDelete
  19. Owner7:52 AM

    @Merry go Round: hehe... iyah Nyah...

    ReplyDelete
  20. Owner7:52 AM

    @draguscn: Iyah,,, I like it!  :-[

    ReplyDelete

Hello, thanks for dropping your comment!