Hiks, aku menyesal saat itu cuman melempar satu koin! Soalnya waktu itu punya 1 Euro sih, bukan sen! Sayang kalau dibuang-buang, kan. Hehe, nggak ikhlas. Lagian aku lupa nggak dibilang harus pake Euro, coba kalau boleh pakai Rupiah mendingan aku lempar recehan Rupiah-ku yang banyak.
Aku melihat banyak orang melempar belasan bahkan puluhan koin!
It's oke-lah namanya juga ikutan tradisi. Bukan bermaksud syirik, berkunjung kemari sungguh nggak asyik kalau nggak ikutan tradisinya. Toh aku juga cuek dengan misteri doa yang katanya kembali ke Roma itu bisa terwujud.
Satu waktu di Indonesia, sahabat dari Spanyol pamit akan pergi ke italia. Dia meminta aku untuk mengunjunginya kalau singgah lagi ke kantorku yang di Roma. Aku bilang, entah kenapa apa emang mungkin ya kembali ke kantor itu. Si sahabatku itu bilang, kalau dia percaya orang yang pernah ke Roma pasti akan kembali ke Roma. Dia sih, nggak nyinggung soal Fontana Trevi. Tapi mungkin maksudnya setelah lempar koin di situ ya. Whatsoever...
Tahun ini. Aku pergi ke Australia dan mengunjungi dan sekaligus menginap di Roma street. Jadi apa ini yah maksudnya aku akan kembali ke Roma? BUKAN ROMA ITALIA TAPI ROMA STREET AUSTRALIA. Hehe.. lebay.. Tapi yah, Alhamdulillah bisa ke Australia. Satu petualangan yang nggak kalah berkesan.
kiri: Fontana Trevi; kanan: Roma street (bukan stasiun Bojong, loh!)
Ah, aku jadi kangen Roma. Bukan hanya pria-prianya yang satupun-nggak-ada-yang-jelek, tapi juga keindahan piazza-nya yang cantik. Sekali napak lihat piazza, sekali melangkah liat situs-situs bersejarah. Ohiya, di sini namaku berubah jadi "Bella" ....haaahaaay... lebay! Bella itu artinya "cantik", terjemahan dari "Ayu" nama asliku.
Ya Tuhan, saya ingin ke Roma lagi.. Roma-Italia ya Tuhan, bukan Roma yang lain apalagi pabrik biskuit.. Amiin! 

(Rencana terselubung: akan melempar tiga koin di Fontana Trevi) 


Roma pabrik biskuit?! wakakaka stasiun Bojong?! yak ampunn kamu bikin aku siang2 ngakak! wakakakaka
ReplyDelete@ipied: hehe... abisnya stasiunnya ga keliatan kalo di Australia.. wahaha... :-D
ReplyDelete@ipied: hehe... abisnya stasiunnya ga keliatan kalo di Australia.. wahaha... :-D
ReplyDeletekalo ke Roma yg di Italy lg *amiiin*, titip 3 koin bisa ga??? (lmao)
ReplyDeletengakak juga bacanyaaa..... wkwkwkwkwk....
@copymoe
@copi: waaah nitip euro?? apa nitip lemparin?? haha..
ReplyDeletenitip 3 koin buat dilemparin kaliiiiii.... wkwkwkwk
ReplyDelete@copi jiahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!
ReplyDeleteta' dunga'ke kowe jalan-jalan ke mekkah mam... sekalian munggah haji...
ReplyDelete@Om Ndut: amiiin ^__^
ReplyDeleteNanti aku titip koin juga yaaaa buat dilempar disana. hehee...
ReplyDeleteMam, kalo ngelemparnya enam koin (satu buat balik ke roma.. dua buat pacar orang roma, tiga buat nikah ama orang roma..) jangan-jangan dapet selingkuhan orang roma nih.
ReplyDeletekalo lempar koin sekarung dapet apa yaa...ntar?
ReplyDeleteHihihihiihi, koinnya pake koin 100 rupiah an juga gpp, kan bukan besar nya yang penting tapi ikhlasnya xixixixixixixi. :p
ReplyDeleteostrali masih dingin yah? aku jg baru dari sana (syd sih tepatnya) awal Juli tapi hangat2 saja. apa tempat tinggalku sekarang (sendai) yg terlalu dingin yah??
ReplyDelete@Merry go Round: jd pengen bikin air terjun juga neh di rumah.. gimana kalo lempar koinnya di air terjun yg aku bikin nanti?? hahah..
ReplyDelete@Gaphe: wah selingkuhan ngga ada dalam daftar! 8-)
ReplyDelete@Ladyonthemirror: bolakbalik ke roma kali.. hihihi..
ReplyDelete@Cipu: nah itu, guanya baru sadar kalo ngga ada peraturan hrs koin euro! haahaha.. tau gt pake Rupiah
ReplyDelete@mee: tapi kata org Sydney-nya winter saat itu nggak sedingin biasanya.. hmm... kira2 kenapa ya?
ReplyDelete