
Aku punya novel karya Elizabeth Gilbert ini lama sebelum gaungnya kenceng di Indonesia. Tapi sampai sekarang pun belum begitu antusias buat mengidolakan novel ini, meski beritanya udah ke mana-mana terutama karena Bali dijadikan salah satu tempat syuting film dari novel ini.
Ceritanya bagus bagus aja...
Masalahnya, dahulu kala aku juga pernah mengalami perpisahan, tepatnya tidak jadi menikah. Tapi nggak se-desperate itu. Bahkan dengan relationship selama 11 tahun nggak membuat aku minggat ke Roma, India, atau Bali.
Suatu hari itu, entah Tuhan menuntun aku melihat dua makhluk mabuk cinta bercanda-ria di Fesbuk (yang aku pikir semua teman mereka dan juga teman-temanku di FB bisa membacanya). Salah satunya adalah mantan tunangan yang terkenal alim dan nggak pernah neko-neko. Satunya lagi cewek teman kerja si mantan tunangan. Meski perselingkuhan itu ditutup-tutupi oleh mereka berdua dari keluargaku dan keluarga mantan tunangan, Juli kemarin mereka melangsungkan pernikahan di Masjid Agung yang dahulu pernah dijanjikan si mantan tunangan kepadaku untuk mengucap janjinya.
Awal tahu terus terang aku sedih banget. Sedih karena merasa dibohongi. Cuman itu, karena sebenarnya aku nggak pernah benar-benar sayang sama mantan. Selanjutnya, waktu mendeklarasikan putus hubungan sambil akting nangis-nangis dan teriak di telepon dan setelahnya menutup telepon aku nyengir dan berkata..... "Alhamdulillah putus..."
Paginya berenang bareng Cipu dan Maz Andre di apartemen Cipu. Lanjut jalan-jalan dan nonton konser di Kedutaan. Lalu diakhiri nonton film di bioskop sampai midnite. Rasa kecewa akibat dibohongi itu terobati. Nggak ada kepikiran sama sekali untuk berkelana dan berusaha mati-matian melupakan semuanya. Mau ke mana aja peristiwa itu nggak akan terlupa. Meski pergi ke bulan sekalipun. Then so what?
Tapi kalau punya uang cukup boleh tuh desperado ala Eat Pray Love, keliling dunia dan mengalami petualangan seru. Petualangan yang mengajari hidup. Tapi haruskah aku menjual apartemen, buku-buku, meninggalkan pekerjaan dan mengganti semuanya dengan perjalanan yang nggak murah itu?
Tips patah hati itu sebenarnya mudah-mudah-susah. Susah kalau kita nggak mau membuka hati..
Cari suasana baru
Mungkin nggak seperti Liz Gilbert yang berkeliling dunia, pergilah ke tempat-tempat asyik. Bagusnya sih kalau bareng teman-teman. Bikin acara seru-seruan seperti nonton bareng, makan bareng, atau apalah yang bareng-bareng gitu. Asal bukan mandi bareng..
Membuka diri
Cowok di dunia ini nggak cuman Keanu Reeves. Aku pernah ditanya, kamu kalau mau cari cowok di mana sih? Jawabku: bisa di mana aja. Bisa di airport saat kita nggak kuat angkat koper ke kabin, seorang pria Perancis menawarkan membantumu dan memberikan senyum manisnya. Saat nyengir-nyengir di taman kota bareng doggy, seorang pria menghampiri menyapamu dan mengajak kenalan anjingnya ke anjingmu. Hohoho... Atau di toko kaset kesayangan. Seperti pengalamanku kemarin.
Aku membolak-balik sebuah CD Maksim, pianis kesukaanku. Seorang pria menghampiri.
"Suka Maksim ya? Kenapa nggak dicoba aja diputer untuk tau kualitas musiknya?"
Aku melirik, aha! Benar juga. Lalu melihat si pria itu dari kepala sampai kaki. Penampilan nilai 5, lah.. And then he says..
"Suka Maksim karna tampangnya atau musiknya?"
Aku bisa aja meneruskan berkenalan dengan pria ini, tapi maaf: ilfeel. Basi banget nanyain tampang idola.
Jadi teorinya: membuka hati tapi jangan asal comot aja. Kalau kasus yang kek di atas, kamu bisa nilai ilfeel nggak sama cowok yang kek gini.
Intinya, cari pria bisa di mana aja.
Intinya, cari pria bisa di mana aja.
Oh, aku suka Maksim karena dia mirip Charlie-nya ST-12! *ditendang*
Don't sweat the small stuff
Jangan membesar-besarkan hal kecil. Putus itu cuman satu episode kecil dalam hidup. Menangis boleh, sedih itu manusiawi, tapi jika setiap detik kita meratapi kisah nggak menyenangkan itu sama dengan membesar-besarkan hal kecil. Salurkan energi dengan menulis blog, curhat ke teman, atau melakukan hobi. Anggap itu sebagai sebuah kisah yang tertulis di kertas dan setelah kamu baca menyebalkan untuk dibaca, sobek-sobek aja, remas-remas lalu buang ke tempat sampah. Jangan buang waktu untuk memungut kertas itu lagi atau meliriknya barang sebentar. Jangan investasikan waktu dengan hal-hal yang sia-sia. Banyak hal lain yang layak untuk dibesar-besarkan (baca: diwujudkan), misalnya impian terkeren abad ini: berkeliling dunia gratis.
Apalagi ya? Ada yang mau nambahin?
positif banget deh...hario gini jadi cewek harus tough...masih banyak cowok yg lain di dunia ini...tapi pengen juga sih seperti Liz Gilbert keliling dunia...tapi kalo cuma ngilangin hati yg kecewa nulis blog juga bisa kale...he...he...ngga perlu jauh-jauh, kalo ada yg bayarin sih dengan senang hati kalo uang sendiri beraaaaat boooo...ha...ha...
ReplyDeletemakan sampe tepar di warung padang... (hungry)
ReplyDelete@Ladyonthemirror: hohooohoo.. iyahh, kalo keliling dunia gratis juga ga perlu nunggu patah hati juga kali yaaa?? wahahahha... 8-)
ReplyDelete@Om Ndut: ah sampeyan sih tiap hari makan sampe teparrr! (rofl)
ReplyDeleteIntinya life goes on yaaaa....
ReplyDeletemalah mungkin harusnya kita bersyukur, ngga jadi nikah sama cowo kaya gitu. setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, jadi pinter2 aja liat sisi positif dari semua kejadian dalam hidup. baik yg menyenangkan ataupun pahit sekalipun :)
Tips patah hati dari saya :
ReplyDelete1. Rekatkan kembali pake lem kertas, kalo kurang kuat pake lem kayu, kalo masih kurang kuat lagi pake lem cinta :)
*dilempar sendal*
2. Untuk sementara, jauhi sementara barang-barang yang berhubungan dengan yang bikin patah hati. Jangan dekati apalagi cicipi makanan-makanan cinta seperti coklat, es krim, dll. Dijamin membuat gemuk dan keingetan valentine ama si dia...
3. Jangan melakukan tindakan bodoh, seperti gantung diri di pohon toge, berdiri di tengah jalan setapak, dll. Dijamin, nggak cuman patah hati, tapi malah tambah patah-patah *anisa bahar*
sekian tips pata hati dari saya semoga bermanfaat. *kabuuuur*
Semangat ya mih!! (cozy)
ReplyDelete@Merry go Round: yap! fully agree with u 8-)
ReplyDelete@Gaphe: jiahahah.. jadi kepikiran praktekin goyang patah-patah nih!
ReplyDelete@ochin thanks sayang (cozy)
ReplyDelete