Friday, March 02, 2012

Solo traveling to Solo

This is Novembre's trip! In 2011.. Telat banget, seh.. tapi yah mending lah daripada di-keep mumpung belum lupa

Ceritanya dapet tugas kerja ke Solo dua malam. Nggak banyak yang bisa di-explore karena waktu yang sempit dengan tempo kerja sampe tengah malam. Satu-satunya kesempatan adalah pagi sebelum gawe. Pagi-pagi keliling Solo naik becak. Ingat ya, naik becak. Soalnya kalau naik mobil itu selain polusi juga nggak bisa mampir ke toko-toko batik yang lokasinya masuk-masuk gang. Lagipula naik becak keliling Solo murah banget cuman dikasih harga 15 ribu lho! Aku sampe kasian sama pak becaknya, pengen gantiin mancal. Gini-gini aku punya pengalaman ngayuh becak (kalo nggak percaya lihat betisku). Tapi yah berhubung enggak enak sama pak becaknya takut ganti kumintain ongkos, maka kuurungkan niat tulusku itu.. Dan memilih membayar lebih saja daripada gantian mbecak.

paha yang langsing...

Akhirnya putar-putar di beberapa toko batik yang sudah buka dari jam 7 pagi di sekitar Kauman. Beberapa toko rada nggak sreg sama harganya, sampai akhirnya ketemu butik batik Gunawan Kauman. Di situ ada banyak batik yang cantik-cantik. Harganya mulai puluhan ribu sampe jutaan. Tapi worth it lah! Di situ aku diajak cobain bikin batik segala. Sepulang dari butik itu borong batik sama cantingnya sekalian. Meskipun nggak tau kapan mau dipakenya...

melukis batik tulis.. padahal dilukis ya bukan ditulis

Oya, selain murah dan accesible, naik becak itu bisa nambah wawasan tentang Solo. Bapak becak biasanya memberi saran mengenai tempat-tempat yang recommended untuk dikunjungi. Beruntung aku dapat pak becaknya yang baik banget, selain dikasih tau tempat-tempat seru dia juga nanya aku udah sarapan apa belum. Aku jawab dengan semangat kalau laper banget dan pengen cemilan! Si Pak becaknya sepertinya bingung untuk mencarikan cemilan dibawanya putar-putar sampe nemu toko yang buka. Sampailah kami ke depan toko roti.

"Pak, saya mau cemilan. Bukan roti..." ujarku nggak enak ati karena udah jauh-jauh ternyata aku-nya nggak mau.

"Cemilan apa biasanya?" Tanya si Pak becak.

"Nasi, Pak.. Kalau bisa lauknya yang ada ayamnya..."

Si Pak becak tepok jidat. "Lha, Mbak kalo gitu makan gudeg aja di dekat hotel ada tuh enak banget." Si Pak becaknya menggumam, "Byuh, cemilan kok nasi.."

Sampailah kami di restoran yang jualan gudeg. Enak banget, tapi aku lupa nama resto nya. Pokoknya ke luar gang dari hotel Solo Paragon belok ke kanan. Kira-kira 200 meter di situlah tempatnya.

Cemilan malam namanya Cabo Rambak sempat aku cobain. Rasanya seh biasa aja dan porsinya dikit banget. Yah pada dasarnya aku nggak suka makanan manis. Penampakannya seperti ini:

porsi dikit, ngotor-ngotorin gigi..

Wednesday, November 16, 2011

Konser Jason Mraz

Tanggal 9 November kemaren donk aku nonton konser Jason Mraz di Nusa Dua, Bali. Awalnya sih, nggak antusias banget waktu kakak kolega kantor ngajakin nonton. Berhubung aku memang suka seru-seruan akhirnya ku-iya-in untuk beli tiketnya di kelas reguler festival seharga 390.000 IDR.

pesen tiket jauh-jauh hari dari temen yang domisili di Bali

Acaranya dimulai jam 8 malam dan aku tiba di lokasi konser di Taman Bhagawan pukul 7 malam udah beberapa yang datang. Kebanyakan sih bule.

pintu masuknya dan bidadari manis berbaju coklat *hehe.. huek*

Tampilan apik akustik Toca Rivera bikin lagu-lagunya makin keren! Malahan, lebih bagus dari musik aslinya yang biasa kuputer dari CD nya lhooo! Beberapa lagu seperti Make it Mine sama Butterfly yang menurutku biasa banget jadi terdengar enak waktu dimainkan di konser ini. Lagu-lagunya seperti The World as I See It, If it Kills Me, Life is Wonderful, Plane, Fly Me to The Moon, You & I Both dan beberapa lagu lainnya juga dimainkan dengan sangat endes! Berhubung waktu itu udah capek kelar ikut conference di Nusa Dua juga, pas konser nggak banyak tenaga untuk joged-joged.

fotonya kabur!

Monday, November 07, 2011

Transfer BCA ke BTN

Selama ini aku kalau nabung ke BTN pake duit yang ada di rekening BCA pakai cara konvensional. Pertama-tama ambil cash ke BCA lalu setorin ke BTN. Kupakai cara ini selain menurutku lebih aman, juga sekalian print buku tabungan. Sebenernya sih lebih karena males nyobain cara praktisnya alias via ATM. Ndeso!

Ritual ini rajin kulakukan awal bulan. Sampai Sabtu kemarin mau ke bank, ternyata bank-nya tutup. Nggak kepikiran kalau bank tutup hari Sabtu menjelang Idul Adha gini (sebenernya bank buka hari Sabtu, nggak sih?!). Mau nggak mau nunggu Senin. Tapi berhubung Senin aku mau ke luar pulau sampai lama akhirnya terpaksa pakai cara praktis, yaitu: via ATM. Tabungan di BTN ini sebenarnya untuk membayar cicilan KPR yang dibayar tiap awal bulan, jadi ya nggak bisa nunggu-nunggu.

Melalui ATM BCA, dengan mode transfer ke rekening bank lain, nggak kutemukan kode bank BTN. Mau kutanya operator BCA tapi males. Akhirnya aku browsing di internet via blackberry untuk dapat kode bank BTN. OK, jadi kode bank BTN adalah: 200.

Balik lagi ke ATM, pilih mode transfer ke rekening bank lain dan ketik kode bank 200, masukkan jumlah uang yang akan ditransfer, lalu ketik nomer rekening BTN. Di layar kemudian akan muncul, transfer sejumlah sekian ke rekening atas nama ini dan nomer rekening itu; pilih OK.

Misi pun saksess!

Sunday, October 23, 2011

Pijat lelah

Ini bukan cerita mesum.

Selama ini aku belum pernah yang namanya massage di hotel. Beberapa kali temanku cerita soal enaknya dipijet sama mbok-mbok yang biasa ngider di hotel, katanya bikin capek-capek hilang. Tapi aku orangnya geli-an dan karena nggak biasa maka kutolak. Mending massage di tempat umum yang jelas dan rame.

Eh, entahlah kali ini lagi dilanda pegel dan kena gejala flu. Nanya-nanya sama resepsionis hotel, ditawari spa dan refleksi dari agen refleksi. Kupikir karena brosurnya jelas, maka oke-in aja untuk massage di kamar dengan judul paket: "pijat lelah".

Nggak lama pintu kamarku diketuk. Suer sebenernya deg-degan takut yang dateng tukang pijet cowok. Yahh mungkin aja kaan? (baca cerita massage yang aneh di sini) Begitu pintu kubuka rada syok, karena udah ngebayangin tukang pijet cowo jadilah orang yang cengir-cengir di depanku ini tampak seperti pria. Setelah diamati, ternyata dia cewek dengan potongan rambut pendek dan lehernya bertatto, sodara-sodara... Eh, nggak tau lagi kalo lehernya bekas bekam atau kerokan..

Si tukang pijet ini yang belakangan namanya Putri (bukan nama sebenarnya), nyelonong aja masuk sebelum kupersilakan. Sambil kututup pintu si Putri nyuruh aku buka baju. NAH! Takut aku...

Okelah kupikir sama-sama cewek aja.. Kuadem-ademin ati ini biar nggak suuzon. Eh, si Putri komentar dengan nada yang teramat genit (menurutku loh genit), "Mbak cantik dan muda ya.. Umurnya berapa?"

DUERR!!

Omg.. Tengkuraplah aku hanya dengan memakai panty dan short pants. Artinya, telanjang dada.. hehe.. tapi tengkurap, soalnya si putri itu nyuruh aku nyopot beha. Shit!

Setelah dipijet-pijet ampe aduh aduh kesakitan, si Putri nyuruh aku balik badan. Langsung kuraba-raba.. mana beha mana beha.. dan si Putri ngelihat aku yang menutup area dada kembali. Mulai dari kaki, paha, sampai pinggang dia pijit. Begitu sampai perut, si Putri nawarin, "MBAK, DADANYA MAU DIPIJIT?"

HAH! "Dada?" tanyaku bego.. "Ya enggaklaah nggak usah nggak usah..!"

Suer ya, ini keknya jelas-jelas massage nggak bener. Kalau dada dipijet gimana model pijetnya coba? Sambil megang blackberry, aku curhat ke BBM grup yang isinya kakak-kakak kantor yang mayoritas cowok, "Help, gue dipijet cewe masih muda, lehernya bertatto.. Masa nawarin gua pijit dada"

As always, kakak-kakak kantor pada ngakak nyukurin.

Masih dengan BBM-an, si Putri ngomong dengan genit "Kalau gitu kepalanya, yaa?"

Oke, kepalaku dipijit. Tapi jujur aja seluruh tubuhku lebih kaku daripada sebelum dimassage. Berdoa semoga si Putri cepat melaksanakan tugasnya.

"Sudah, Mbak.." katanya usai memijit kepala. Aku bangkit, dan berusaha mengaitkan kait bra. Dia menjerit kecil, "Aih sini Mbak, saya pasangin.."

Ya Tuhan...


Wednesday, October 05, 2011

Cute avatar

Thanks much to Evantonky yang udah gambarin me and Menik gambar yang super cute dan unyu ini :* , we love it!