Sunday, March 17, 2013

Cara membuat kulot santai

Hari ini aku flu berat, gegaranya setrika sampai keringat nggobyos plus cuacanya lagi panas terus mandi dan kena AC. Langsung, deh, bersin-bersin 23 kali (hebat ya sampai kuhitung). Kalau gering gini, paling nggak bisa istirahat malah nggelithis pengen ngapain gitu. Pas lagi bersih-bersih nemu kain semeteran dua biji hasil berburu kain murah di Mayestik entah kapan lupa. Toko kain langgananku di Nuri, lokasinya deket pintu keluar. Di situ suka ada kain 10.000-an/m. Kadang nggak mikir butuh apa enggak, beliii aja.. Hehehe.. eh tapi berguna juga, aku bikin kulot santai buat di rumah. 

Bikin kulot ini gampang, nggak perlu pola, nggak perlu waktu lama. Cukup 15 menit! Asalkan ada mesin jahit ya pasti cepet.. Cusss, gini caranya:

Bahan: 
  1. kain se-meter (lebar 115cm) untuk kulot setinggi atas lutut.
  2. elastis band dan peniti
  3. benang dan jarum jahit buat yang nggak punya mesin jahit.


Langkah-langkah pembuatan:

1. Untuk pola-nya aku pakai kulotku yang kebetulan ukurannya udah nggak cukup. Yah, maklum kebanyakan dicuci jadinya nyusut...  Lipat kain menjadi empat bagian, seperti ini:
2. Letakkan kulot lama (item) di atas kain yang sudah dilipat. Kulot itemnya dilipat sedemikian rupa. Kemudian gunting mengikuti bentuk pola. Untuk ukurannya suka-suka, aku bikin segede mungkin, soalnya pertama: kulot item ini hanya contoh dan kekecilan, jadi dikira-kira harus lebih besar, kedua: karena modelnya pinggang kerut jadi harus dibuat selebar mungkin.

3. Perhatikan sisi tingginya ada sisi tinggi panjang dan sisi tinggi pendek. Jahit sisi tinggi pendeknya dulu. Ini kebetulan sisi pendeknya nyambung 1-2, jadinya aku nggak perlu jahit untuk menyambungnya. Tapi buat yang udah terlanjur tergunting harus disambung. Sisi tinggi pendek ini letaknya di paha dalam, jadi depan (1) belakang (2) dijahit menyatu. Setelah itu jahit bagian kurva menindas sisi kain b-a.

4. Cara menjahit cukup dengan jahitan lurus, lalu untuk merapikan tepi jahitannya bisa pakai jahitan zig-zag sebagai semi obras. Bonus skrinsut tanganku:

5. Setelah sisi paha dalam terjahit dan kurva di tengah yang menghubungkan pantat dan depan, dilanjut dengan menjahit sisi tingginya di kanan dan kiri. Lihat gambar di atas (dua gambar ke atas), sisi 1 tinggi panjang dihubungkan dan dijahit dengan sisi tinggi panjang 2 , hasilnya seperti gambar di bawah. Oiya, jangan lupa semua langkah pembuatan ini menjahitnya di bagian kain yang dalam, ya:

6. Untuk ban pinggang, tekuk kain ke dalam dan jahit melingkari dengan menyisakan sekitar 3 cm untuk tempat memasukkan elastic band. Supaya mempermudah karet masuk, pakai bantuan peniti. Liat langkahnya dari atas ke bawah:

7. Untuk finishing, ujung-ujung bawah kulot bisa dijahit dengan menekuk tepiannya ke dalam supaya jahitan rapi. Voila! Jadilah kulot santai. Mudah, kan!

Sisa kain bisa digunakan dibentuk pita sebagai pemanis. Kalau prinsip dasarnya sudah paham, bisa kemudian modifikasi kulot-kulot cantik, misalnya celana piyama untuk tidur atau kulot sexy alias hot pants buat ke pantai. Nah kalau untuk membuat hot pants ini, tentunya pakai pola yang mempertimbangkan kurva pantat dan depan yang presisi supaya dipakai pas badan. Selamat mencoba! 

Friday, October 12, 2012

Kenyang

Teman baruku miss Takut-Kecoa, sebut saja Ming. Sebenarnya waktu kenalan dia bilang entahlah seperti Lin, Ling, Lim, panggil aja Ming aja deh. Dua lagi cewek dan cowok: Mau dan Mou. Padahal pas kenalan kok kayake Bau sama Luh. Hahaaa jauh! Yo wes lah: Ming, Mau dan Mou. Ming orangnya murah senyum dan suka ketawa ngakak nggak jelas, perawakannya kecil. Mau modelnya seperti orang nerd dengan kacamata tebal dan rambutnya selalu diikat ke belakang, yang setiap saat pakai jas dan suka banget dengan kata 'OK'. Kalau Mou, cowo manis unyu-unyu suka malu-malu dan badannya kurus ceking nan tinggi.

Mereka bertiga nih kalau ngerumpi bisa nyambung satu sama lain. Ming sama Mau orang Thai sedangkan Mou orang Lao. Katanya sih bahasa mereka sama. Jadi, setiap mereka ngerumpi translate juga ke bahasa Inggris supaya aku juga ngerti. Padahal supaya hemat waktu kan mendingan mereka ngomong Inggris aja ya. Trus, yang dirumpiin kadang sesuatu yang lucu garing dan buat mereka lucu, kalau buat aku lucu banget! Pertama karena nggak ngerti di mana letak kelucuannya, kedua karena bahasa Inggris mereka yang ajaib. Misalnya gini:

Ming, "!@#$%^^&*(())" --> ngomong Thai ke aku .. jelas jelas ke aku karena mukanya lihat ke aku. Mungkin supaya Mau sama Mou dengerin juga yang meskipun ngomong Inggris juga ngerti. Waktu itu aku lagi makan tom yum super pedes tanpa nasi.

"Yes?" jawabku.

"Why you don't eat lice? I couldn't eat hot without lice...," kata Ming sambil ngakak nggak jelas. Lice itu artinya kutu, mungkin maksudnya rice alias nasi.

(gambar dari wikipedia)

Aku ikutan ngakak nggak kalah banter, "No no no... I like hot." Yah kan, coba kalau dia ngomong Inggris langsung kan nggak buang waktu?

Suatu senggang ngeteh bareng, kami lagi bahas tentang bahasa. Mereka paham kalau Indonesia tuh kaya akan suku dan bahasa. Aku mengiyakan dan keberagaman kadang bikin seru kadang bikin salah paham juga. Eh, Ming-Mau-Mou minta contohnya donk dalam bahasa Bali. Padahal aku nggak bisa bahasa bali lhoooo...

Tiba-tiba aku langsung inget sama kata `kenyang`. Meskipun nggak bisa bahasa bali, cukup tau kalau kenyang itu artinya 'tegang', kalau dikonotasikan ya something that refer to dick. Oke, let say `anu berdiri`. Bener-bener bukan contoh yang tepat seh tapi waktu itu aku nggak punya ide. Hehee..

"In bahasa Indonesia, we say 'kenyang' if we feel full after eating." Kataku sok sambil puk puk perut memperagakan orang kenyang. Mereka bertiga serius menyimak.

"And then? Balinese?" Mau penasaran...

"In Balinese kenyang have different meaning...," aku membisikkan artinya ke telinga Mau. Dia tidak bereaksi.

Ming sama Mou merajuk minta dikasih tau. Mau membisikkan artinya ke telingga Ming sama Mou. Sedetik kemudian mereka ketawa bareng.

"OK.. kenyang kenyang," kata si Mau diulang-ulang.

"Stop it. You make me crazy," aku tergelak. Cah edan tenan... aneh.

"!@#$%%^& (=ngomong Thailand) I begin love that word. It sounds so thailand.. i feel different.. kenyang," kilah si Mau lebay. Lhoo lhoo lha kok gini jadinya?

Mulai saat itu mereka menambahkan kata kenyang di setiap ucapan.

Waktu shopping bareng ke Siam, Mau lihat-lihat sepatu dan bisikin aku, "!@#$%^&& (=bahasa Thailand) This shoes is cheap, kenyang..."

Waktu buka laptop Mau komat-kamit, "OK, where are we now, kenyang... Let's start the work, kenyang."

Ming berceloteh entahlah dalam bahasanya, "!@#$%^%^&* (=ngomong Thailand) hahahah so kenyang."

Dan masih banyak lagi aku nggak inget lagi kapan aja mereka nyebut kenyang. Rasa-rasanya aku jadi bersalah....


Thursday, October 11, 2012

Kecoa

Mungkin nggak sedikit ya yang geli sama hama satu ini. Aku pun, meskipun geli tapi sampai sekarang nggak berani bunuh, lho.. Bukan karena takut dosa atau apa, tapi aku suka membayangkan kalau kecoa itu titisan Takeshi Kaneshiro. Begini ceritanya...

Kala SMP, aktor ganteng yang jadi pujaan karena kegantengannya (belakangan setelahnya lihat aktingnya bagus juga) adalah Takeshi Kaneshiro. Saking freaknya, kalau di SD kan suka ada jualan poster-poster. Adekku (yang waktu itu masih SD) aku suruh borong semua poster itu supaya orang lain nggak bisa beli. Trus, pernah dagang pemesanan kartu nama dengan gambar lucu-lucu Micky Mouse sampai Cinderella gitu. Sebenarnya nggak niatan dagang, soale menurutku ga worth-it karena mahal buatku udah gitu nggak dapat untung dari penjualan kecuali bonus kartu nama setiap pemesanan. Berhubung kalau dagang, pesan 10 paket bonus 1 paket yang isinya 12, maka aku paksa-paksa temen-temen sekolah buat pesan kartu nama dan bonusnya aku pesen cetak buat sendiri: tentu saja gambar Takeshi Kaneshiro. Sakses donkkk dapet 5 bonus, alias 50 anak dari beberapa kelas aku paksa buat pesan kartu nama. Haaaaaahaaaa..!

Suatu hari aku mimpiin Takeshi Kaneshiro. Padahal kalau mimpi, yang jadi langganan subjek mimpi itu kalau nggak pocong, zombie, monster ijo, sama kuntilanak. Nggak enak banget pokoknya.. Nah, kali ini aku mimpi malam-malam sedang di kuburan. Waktu itu lagi perang tanding sama monster ijo yang bisa merubah bentuk ya kecuali aku nggak bisa disulap sama dia. Tiba-tiba datang Takeshi Kaneshiro menyelamatkan. Si monster ijo marah dan dirubahlah Takeshi menjadi seekor kecoa. Suerrrrr aku nangis jerit-jerit, sampe terbangun masih ngos-ngosan. Kok ya pas, kulihat ada kecoa lagi lewat di kamar. Maka, aku menganggap.. kecoa itu titisan Takeshi Kaneshiro.


kecoa (dari wikipedia)

Takeshi Kaneshiro (dari wikipedia juga)

Oke, cukup cerita Takeshi nya. Ini sebenarnya intinya aku mau cerita waktu di ngantor Bangkok kemarin lalu. Entahlah, sebetulnya kecoa itu diambil dari bahasa mana sih ya? Apakah bahasa Indonesia, atau mungkin bahasa cina.. soalnya chinese sound gitu di telingaku...

Suatu waktu aku ke rest-room. Kudengar dari bilik, seseorang masuk ke situ juga. Tiba-tiba dia menjerit "Kecoooooooooooaaaaaa.. kecoaaaaaaaaaaaaaa!!!"  Hah! Satu hal yang terbersit di otakku adalah: Wah ada orang Indonesia lain selain aku di sini. Penasaran donk, segera kubuka bilik dan brak..!! Terlihat muka pucat temenku yang orang Thai keturunan Cina sambil menyeringai, "Woaaaaaaa thanks, Ayu.. You save my life!"

"Excuse me, I heard somebody said 'kecoa' .. who is she?" aku masih nggak sadar gitu dia ngomongin save my life apaan..

"Ayu, I was screaming of kecoa..," katanya sambil nutupin mukanya dan nunjuk si kecoa yang udah terbang agak jauhan. "When you bang the door, it flies away.."

"So, you speak bahasa Indonesia as well? Like me?" Aku melonjak hepi, seneng donk ada yang bisa ngomong bahasa Indonesia. Abisnya, dengerin orang Thai ngomong Inggris suka miskomunikasi saking anehnya dialeknya. Tetep lho, aku lupa dia lagi cerita kecoa. Sedangkan aku concern dia bisa bahasa Indonesia.

Si temenku mengibaskan tangannya tanda 'bukan', "Nooo, I'm speaking Thailaand.. but my parents called that kecoaaa. Maybe it's Chinese. My parents from China."

Aku mengangguk-angguk tanda 'sok' ngerti. Ya sudahlah.. Jadi kecoa itu dari bahasa apa, ya? Jangan-jangan dari bahasa Thailand?

Thursday, June 21, 2012

Gili snorkling

Beberapa waktu yang lalu, aku menyempatkan main ke Gilis, Nusa Tenggara. Sebenernya sih pengennya ke pulau Komodo. Tapi berhubung dana dan energi buat ke sana belum siap, jadilah Gili tempat destinasi untuk rekreasi.

Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air merupakan pulau-pulau kecil di utara Nusa Tenggara Barat yang bisa dicapai via Bali maupun Lombok. Kebetulan lagi ada tiket promo Garuda ke Lombok Praya, aku manfaatin aja. Kalau lewat Lombok, harus transfer dengan menggunakan bus damri atau taxi. Keduanya pilihan yang sulit, kalau pakai taxi mihil tarifnya...secara jauh, sekitar 2 jam perjalanan. Tapi kalau naik bus, meskipun sangat murah 15ribuan (apa 25 ribu ya aku lupa, lagi nggak hapal angka-angka) tapi lajunya lama dan dapet bonus konser Pance F Pondaag sepuluh album yang diputer 20 kali...alias lamaaa nyampenya. Padahal, perahu yang mengantar ke Gili dengan tarif perorangnya 10 ribu rupiah/orang itu cuman sampai jam 5 sore. Selebihnya bisa sih, tapi tarifnya masuk carter satu perahu alias harga 25 penumpang. Kalau mau cepat bisa via Bali, singgah di Padang Bai. Naik fast-boat memang nggak murah around 450ribu, tapi nggak capek karna langsung diantar ke Gili. Selain itu, via Bali cukup menghemat waktu karna jarak tempuhnya dari Padang Bai ke Gili Trawangan sekitar 30 menit, sekalian bisa menikmati pemandangan laut. Bule-bule aja yang naik fast-boat prefer naik di atap kapal ketimbang duduk manis di dalam boat.

Plesir ke sini diusahakan senyaman mungkin. Banyak yang bawa koper termasuk aku dan tak lupa memakai sandal jepit, karena harus basah-basahan. Kalau bepergian pakai ransel risikonya tasnya ikut basah. Jadi aku juga bawa ransel kedap air sekedar untuk dibawa jalan-jalan. Ransel waterproof alias dry bag ini senjata paling ampuh buat main air: surfing, diving, snorkling... so don't forget to bring it. Oiya, aku beli tas ini dari temanku langsung, ini websitenya.

Satu hari aku ikut glass-bottom yang dilanjutkan dengan snorkling. Glass bottom itu kita naik perahu bisa lihat pemandangan bawah laut dari lantai kapal. Tentu saja lantainya dari kaca. Beberapa penumpang ada yang dari Indonesia. For your information, Gili itu kalau bisa kubilang, seperti di luar negri. Soalnya hampir separuh lebih isinya orang-orang bule... Nah, kadang nih orang Indonesia, belagunya keluar. Satu rombongan dari Indonesia gegayaan naik di pinggiran kapal. Ditegur sama tukang kapalnya untuk duduk supaya nggak jatuh. Si orang itu malah ngeles, "Weee kan Gue anak pantai..." ... bathinku, yo sakkarepmu lah.. Bule-bule pun ikutan meilirik sebal.

Tiba saatnya kami dipersilahkan menyelam. Peralatan snorkling seperti google-mask dan snorkle dipakai dan kami berebutan nyebur ke air. Beberapa ada yang memakai live-vest atau rompi pelampung supaya mengapung di air dan fin alias kaki katak. Aku nyobain pakai life-vest dan fin, tapi nggak betah. Akhirnya hanya dengan mask dan snorkle kunyebur di laut! Horayy! Kebertemu turtle dan ikan-ikan lucu...! Tiba-tiba `si anak pantai` mengejutkan kami dengan teriakannya, "Paak Paak.." Ternyata si bocah takut nyemplung air. Huahaahahah!!! Akhirnya dengan bantuan jaket pelampung nyeburlah dia. Aku ketemu satu keluarga bule yang jago berenang, dia menawarkan bantuan untuk foto-foto. Satu hal yang nggak boleh lupa (tapi aku lupa terus) kalau panas-panasan terik seperti ini apalagi pakai bikini sebaiknya bawa lotion pelindung UV supaya kulitnya nggak kebakar. Ahui! Nggak sabar pengen ke sana lagi!

snorkling sepuas hati!

Tuesday, May 08, 2012

Konser L`Arc-en-Ciel di Jakarta 2012

Kata guru flamenco-ku rodolfo, L`Arc-en-Ciel itu artinya color in the sky alias pelangi. Betul sekaliiii...!!! Intinya penampilan laruku tanggal 2 Mei di lapangan Senayan kemarin bikin hatiku berwarna-warni.. hahah..

Thanks alotttttttt to lilihitam and kai yang udah bantuin dapet tiketnya plus ditungguin dateng ke acara. Jadi, waktu itu aku datang jam delapan malam tepat pada saat Laruku baru maen. Dasar jepang yah, mulai dan berakhirnya performance bisa tepat waktu sak-menit-menitnya sekalian.

Aku penyuka lagu laruku (sebutan L`Arc-en-Ciel) sejak kira-kira dua puluh tahun lalu. Lagu-lagunya waktu itu aku koleksi di kaset berpita yang kalo mbulet muternya pake bolpoin itu loh... Yap, dan sekarang masih ada tapi nggak tahu lagi masih bisa diputer apa nggak. Secara tape nya udah nggak ada. Hehe..

Konser kemarin berlangsung asik. Peraturan nggak boleh bawa kamera cukup membuatku sangat nyaman. Meskipun memang kepengen ya foto-foto, tapi pengalaman nonton konser berbaur dengan fotografer yang bawa kamera gede-gede sangat sangat sangat menganggu. Seperti kemarin waktu nonton konser Jason Mraz di Bali, pandangan jadi kehalang sama kamera-kamera gede. Meski begitu masih ada yang bawa kamera poket ke dalam konser. Toh merekam acara dari kamera dari ponsel juga bisa. Mungkin maksudnya memang nggak dilarang amat, tapi diminimalisasi sekedar supaya tidak mengganggu penonton yang lain. So, thanks buat yang udah upload video konser laruku di Youtube.

Performance Hyde, Tetsu, Ken dan Yukihiro di konser kemarin bener-bener sempurna tanpa cacat menurutku. Mulai dari permainan musiknya sampai bagaimana mereka jadi MC. Mereka  pintar mengambil hati para penonton termasuk aku. Hahaa... ngakak berat waktu Tetsu bilang gini, "Gue.. Suju.. dari Korea.. Ups.." sambil garuk-garuk kepalanya. Ini nyindir sebuah news online yang telah salah memberitakan kalau Laruku boyband dari Korea. Oiya, tata rambutnya Tetsu keren sangattt! "Mantabbb!!!", kata Ken. Paling berkesan adalah saat momen lagu Anata dibawain. Baru mulai nyanyi tiba-tiba hujan gerimis turun dan hujan berhenti saat lagu Anata dibawakan usai. Ini lagu udah romantis banget, suasananya mendukung pula... Penonton pada nangis waktu lagu ini dibawakan. Err.. termasuk aku.. hehe..

Mungkin karena belum lama Suju band dari korea datang ke Indonesia ya, orang jadi membanding-bandingkan Suju dengan Laruku. Menurutku sih membandingkan Suju dengan Laruku adalah fail. Semacam membandingkan iphone sama android gitu. Ya jelas beda lah.. Apalagi yang sirik sama performance Laruku kemarin, orang-orang kaya gitu mah abaikan ajah! Sory for youuu.. pathetic..

Buat yang nggak nonton konser laruku kemarin, jangan kuatir. Kata Hyde, Laruku akan kembali ke Indonesia.
Hydoooo, janji yah datang lagi!!